Mentor Dalam Berbisnis

Mentor Dalam Berbisnis

Mentor Dalam Berbisnis

Bisnis itu (kalau mau maju) pasti butuh mentor. Butuh guru, yang bukan hanya mengajari, tapi mendampingi. Jadi tempat bertanya, jadi tempat berdiskusi. Saya akui orangnya punya self-driven tinggi, tapi setiap kali merasa ‘tidak punya mentor’ ya saya harus cari. Soalnya saya pribadi juga bukan manusia superpintar yang selalu punya solusi, jadi tetap butuh orang lain untuk berdiskusi dan membuat rencana bisnis ke depan.

 

Mentor kita di bisnis Oriflame ini bisa upline, bisa leader, bisa dari pihak Management (ASM/AM dan sebagainya). Bisa juga kita mencari orang lain di luar lingkup leader dan management. Misalnya seorang bussiness coach atau motivator, yang biasanya memang ada tarifnya. Ini sah-sah saja, karena berarti kita siap berinvestasi lebih di bisnis ini, artinya siap kerja lebih gila lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih juga. Supaya investasi, tidak berubah menjadi expense (pengeluaran).

Saya biasanya mengingatkan leader-leader saya, apabila mereka gak nyaman bermentor dengan saya, harus tetap cari mentor. Bisa dari pihak management, yang mungkin dalam beberapa sisi bisa lebih membantu. Jangan sampai tidak bermentor, karena kita tetap butuh masukan dari orang lain yang sudah berpengalaman. Baik karena sudah pernah menjalani apa yang sedang kita jalani, maupun berpengalaman karena mereka dalam waktu relatif singkat sudah menangani bermacam kasus, contohnya seperti mentor dari pihak management :-)

 

Teman-teman, pastikan Anda yang memang serius mau maju di bisnis ini, memiliki mentor ya… dan bukan sekadar “ngaku2” punya mentor, tapi betul2 berkomitmen dalam bermentor. Sang mentor pasti memberikan ilmu2nya, kadang ngobrolnya aja udah sarat ilmu. Nah komitmen kita sebagai murid, adalah pelajari apa yang diajarkan, dan pastikan bahwa ilmu apapun yang menurut kita bagus dari sang mentor, harus mau lakukan. Kalau cuma sekadar iya-iya aja, manfaatnya juga gak akan dapat :-)

Toh dalam berbisnis, kita inginnya setiap waktu-tenaga-usaha-uang yang dikeluarkan, efektif dan menghasilkan (uang), betul? 😉

Selamat bermentor yaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *